Judul Buku : Richard T. France, Henry Martyn: Saksi Kristus di Tanah Arab (118
halaman)
Pada
tahun 1799, Henry Martyn menulis catatan sebagai berikut: “Ketika saya pulang
mengunjungi rumah pada musim panas, saudara perempuan saya sering kali
berbicara tentang hal-hal keagamaan.” Reaksinya sebagai kakak laki-laki dapat
diprediksi : “Berita Injil yang disampaikan dalam teguran dari saudara
perempuannya sangat mengganggu telinganya.” Dalam kunjungannya tersebut ia
mencatat bahwa ia bersikap egois, cepat marah, dan mengeluarkan kata-kata kasar
kepada saudara perempuan dan ayahnya. Tapi, satu hal yang tidak bisa
dimengertinya adalah kesabaran ayahnya terhadap sikap buruknya tersebut.
Tanggapan: ayahnya telah melakukan Firman Tuhan dan memberikan teladan kepada
anak-anaknya.