Good News

Selasa, 10 November 2015

Ringkasan Buku Henry Martyn: Saksi Kristus di Tanah Arab (Hengki Wijaya)

Judul  Buku           : Richard T. France, Henry Martyn: Saksi Kristus di Tanah Arab (118 halaman)

            Pada tahun 1799, Henry Martyn menulis catatan sebagai berikut: “Ketika saya pulang mengunjungi rumah pada musim panas, saudara perempuan saya sering kali berbicara tentang hal-hal keagamaan.” Reaksinya sebagai kakak laki-laki dapat diprediksi : “Berita Injil yang disampaikan dalam teguran dari saudara perempuannya sangat mengganggu telinganya.” Dalam kunjungannya tersebut ia mencatat bahwa ia bersikap egois, cepat marah, dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada saudara perempuan dan ayahnya. Tapi, satu hal yang tidak bisa dimengertinya adalah kesabaran ayahnya terhadap sikap buruknya tersebut. Tanggapan: ayahnya telah melakukan Firman Tuhan dan memberikan teladan kepada anak-anaknya.

Ringkasan Buku John Elliot: Rasul bagi Orang Indian (Hengki Wijaya)

Judul  Buku           : Neville B. Cryer, John Elliot: Rasul bagi Orang Indian (98 halaman)

Orang Puritan bersungguh-sungguh memerhatikan kesehatan jiwanya seperti orang-orang pada zaman kita sekarang memerhatikan tekanan darah mereka. Namun seorang puritan yang normal di zaman John Elliot sama sekali bukanlah seorang religius eksentrik. Ia adalah seorang yang terdiri dari bagian-bagian, tetapi juga adalah seorang yang mempunyai keutuhan (integritas). Ia khususnya percaya akan penggunaan waktu dengan cermat. Jam-jam tertentu harus disisihkan untuk latihan-latihan rohani dan sisanya harus diperuntukkan bagi panggilannya. Tanggapan: kehidupan rohani dan kehidupan jasmani pada mulanya harus berimbang dan pada akhirnya kehidupan rohani menopang kehidupan jasmani. Dahulukan perkara-perkara sorgawi maka perkara-perkara di dunia ada dalam rencana dan kehendak-Nya.

Ringkasan Buku 100 peristiwa penting dalam sejarah Kristen (Hengki Wijaya)

Judul  Buku           : A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang dan Randy Petersen 100 peristiwa penting dalam sejarah Kristen (170 halaman)

George Fox mendirikan Society of Friends (1648). Dalam usahanya mencari kedamaian spiritual, Fox mengunjungi banyak penasihat, tetapi tak ada seorang pun yang dapat membantunya. Pada suatu hari, tahun 1647, ada suara yang mengatakan, "Ada satu, yaitu Yesus Kristus, yang dapat berbicara tentang kondisimu." Hal itu membawa perubahan pada Fox, yang sejak itu mendedikasikan dirinya untuk mengikuti terang yang ada pada dirinya (Inner Light) yang telah diberikan Allah dan pada setiap orang yang menerima-Nya. Semua orang Kristen, semua sahabat Yesus mempunyai akses langsung kepada Allah. Fox mengajarkan bahwa dengan mengikuti terang yang telah dianugerahkan Allah, siapa pun dapat melumpuhkan kekuatan setan dan cengkeraman dosa.  Ajaran-ajaran Fox yang sederhana tetapi juga keras menarik banyak peminat. Para sahabat (Friends), sebutan bagi mereka, meninggalkan tradisi bersumpah, berpakaian sederhana, makan hati-hati dan bicara dengan jujur. Mereka menentang keterlibatan dalam peperangan. Meskipun ditentang pemerintah, mereka memprotes segala formalitas kebaktian, mereka menolak mengangkat topi bagi siapa pun, mereka tidak membayar persepuluhan (merupakan pajak penghasilan, di Inggris) pada gereja negara. 

Ringkasan Buku: John D. Legg, John G. Paton: Misionaris Salib (Hengki Wijaya)

Nama Mahasiswa   : Hengki Wijaya
Judul  Buku           : John D. Legg, John G. Paton:  Misionaris Salib (74 halaman)

            Paton masih mengingat bahwa: “masih segar dalam hati saya, seolah-olah baru terjadi kemarin… Kami berhenti ketika sampai pada titik perpisahan yang telah ditentukan;  ia menggenggam tangan saya selama satu menit dalam keheningan, kemudian dengan tenang dan penuh kasih sayang berkata: ‘Allah memberkati kamu, Anakku! Allah ayahmu membimbingmu dan melindungimu dari yang jahat!’. Tanggapan: Allah yang sama yang membimbing dan menuntun orang Kristen dalam kehidupan Kristen.

Ringkasan Buku Judul Buku: D.L. Moody, Secret Power (Hengki Wijaya)

Judul  Buku              : D.L. Moody, Secret Power (196 halaman)

 Dwight L. Moody adalah seorang tokoh yang penuh dengan kuasa dan mempertahankan kebenaran yang besar. “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik”.  D.L. Moody adalah seorang yang sederhana, tulus, tidak mementingkan diri sendiri, setia dalam imannya kepada Kristus dan mempunyai satu karunia istimewa, yaitu menyajikan Kabar Baik yang mulia itu dengan cara yang dapat dimengerti oleh semua orang. Kehidupan dan pelayanan Moody terus mengundang orang berdosa untuk dating kepada Kristus. Ia melihat setiap orang, betapun jauhnya dari Allah, sebagai calon anak Raja, dan sebagai satu kesempatan dari kekekalan. Inilah kekuatan yang mendorong Moody untuk menjadi salah seorang penginjil terbesar di dunia. “Saya tidak percaya ada berita yang lebih baik untuk telinga manusia yang fana, selain daripada berita Injil”. Walaupun ia orang sederhana dan mempunyai pendidikan formal yang rendah, kerinduannya akan keselamatan  orang-orang yang terhilang bagaikan nyala api yang terang seperti kasihnya yang tulus kepada Allah dan sesamanya. ”Yang paling menyenangkan dalam hidup ini adalah memenangkan jiwa bagi Kristus”.[1]

Interaksi Buku DR. R.A. JAFFRAY Pelayanan dan Karyanya di China hingga Asia Tenggara (Hengki Wijaya)

Judul  Buku           : Jason Stephen Linn, DR. R.A. JAFFRAY Pelayanan dan Karyanya di China hingga Asia Tenggara (168 halaman)

Pada suatu kali Rev. Jaffray dimaki-maki oleh salah seorang editor selama berjam-berjam. Namun, ia diam saja. Bahkan, ketika ia melihat orang itu terlalu lama memaki-maki, sambil tersenyum ia menyajikan secangkir teh kepadanya, lalu berkata, “Saudara sudah terlalu lelah. Minumlah teh ini agar dapat menyejukkan mulut dan lidah Saudara.” Tindakannya ini seolah-olah menaruh bara api di atas kepala orang itu. Menurut penilaian saya bahwa Rev. Jaffray seorang yang lemah lembut, sabar, memiliki daya kerja yang luar biasa, kepekaan rohani, berhikmat, bertalenta kepemimpinan, serta memiliki pengaruh yang besar. Beliau dapat memahami orang lain walaupun orang lain itu sementara memarahinya. Kasih R.A. Jaffray adalah murni, tidak berprasangka, tidak bermaksud jahat, tidak ada diskriminasi. Beliau memiliki kasih tanpa syarat, mengasihi orang yang pernah memusuhinya.

Ringkasan Bab III Buku Homiletik Pdt. Dr. Hasan Susanto, Th.M

BAB III
APAKAH KHOTBAH PERLU DIBAGI MENJADI KHOTBAH TEKSTUAL, EKSPOSITORI DAN TOPIKAL?
1.      Pembagian Jenis Khotbah Sebelum Tahun 1975
Menurut John A. Broadus dalam bukunya On Preparation and Delivery of Sermons, dan  James Braga dalam bukunya How to Prepare Bible Messages khotbah dibagikan menurut kategori struktur homiletikal.
1.1              Berdasarkan struktur homiletikal:
·         Khotbah tekstual
Broadus: Bagian Alkitab yang dikhotbahkan memberi subjek dan pembagian utama kepada isi khotbah.
Braga: “…suatu khotbah yang bagian-bagian utamanya diperoleh dari satu teks yang terdiri atas satu bagian Alkitab yang pendek. Setiap bagian ini dipakai sebagai suatu garis saran, dan teks memberikan tema khotbah itu”.
·         Khotbah topikal
Broadus: Khotbah yang mendapat pembagian isi khotbah dari topik atau subjek.
Braga: Khotbah yang bagian-bagian utamanya diambil dari topik atau pokoknya, lepas dari teks”.
·         Khotbah tekstual-topikal
Mendapat pembagian isi khotbahnya dari suatu bagian Alkitab dan topik.
·         Khotbah ekspositori
Broadus: Khotbah yang isi utamanya merupakan eksposisi Alkitab.
Braga: Khotbah ekspositori adalah suatu khotbah di mana suatu bagian Alkitab yang pendek atau panjang diartikan dalam hubungan dengan suatu tema atau pokok”.
1.2              Berdasarkan subjek:
·         Khotbah yang berkaitan dengan teologi
·         Khotbah yang berkaitan dengan etik
·         Khotbah yang berkaitan dengan program gereja