Kajian
Teologis Tentang Penyembahan Berdasarkan Injil Yohanes 4:24
By Hengki
Wijaya
Tujuan
penulisan artikel ini adalah mengetahui arti penyembahan berdasarkan Injil
Yohanes 4:24, implikasi teologis tentang penyembahan, dan sikap dan cara
menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran. Penyembahan yang sejati menurut Alkitab
adalah menyembah Allah yang benar di dalam roh yang diperbarui oleh Roh Kudus
dan hidup sesuai dengan kebenaran Allah yaitu mengenal pribadi Yesus sebagai
air hidup. Implikasi teologis biblika adalah Allah adalah Roh maka Allah harus
disembah di dalam roh (batiniah yang diperbarui oleh Roh Kudus), dan bukan
disembah secara lahiriah saja atau yang tampak secara jasmani. Allah saja yang
harus disembah oleh manusia, tidak ada yang lain. Secara praktis orang percaya
harus menyembah Allah dengan sikap yang benar dibarui oleh Roh Kudus dan hidup
sesuai dengan kebenaran-Nya. Sikap penyembahan yang benar adalah sikap hati
yang memuliakan Tuhan karena pengorbanan-Nya yang menyelamatkan di mana setiap
orang percaya menyembah satu-satunya Juruselamat dan memberitakan-Nya dalam
kehidupan orang percaya.